Jumat, 21 Mei 2010

DEJAVU!!!!


Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Poltergeist

Polterigeist adalah istilah dalam dunia paranormal untuk suatu benda yang melayang dan tidak diketahui kekuatan apa yang membuat benda itu melayang.biasanya fenomena ini terjadi di negara-negara barat dan sampai saat ini di indonesia pemberitaan tentang fenomena poltergeist sangat jarang. Poltergeist Dalam Arti Dan Bukti

Poltergeist biasanya terjadi di eropa , australia , dan amerika biasanya dikenal sebagai fenomena benda-benda yang melayang di udara.Biasanya dianggap sebagai ulah hantu.Adapun arti poltergeist adalah segala benda-benda yang memiliki kekuatan magis atau roh baik/jahat di dalamnya.Dalam kejadian nyata poltergeist biasa berupa kejadian benda-benda tajam yang melayang di udara dan menyerang orang yang berada di daerah tersebut.


Kamis, 22 April 2010

Zaman Sebelum Dinosaurus

zaman sebelum dinosaurus

Makhluk aneh dan haus akan darah telah memenuhi bumi jauh sebelum zaman dinosaurus. Beberapa makhluk ini adalah nenek moyang dari para dinosaurus. Sementara yang lainnya lebih mirip dengan makhluk yang datang dari dunia lain.

Dinosaurus pertama hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Namun, bahkan sebelum dinosaurus pertama berjalan dimuka bumi, dunia ini telah dipenuhi oleh segala jenis makhluk yang aneh.

Diantara makhluk-makhluk ini adalah beberapa reptil menakutkan yang nampak seperti dinosaurus, seperti kadal kejam bernama Dimetrodon. Makhluk lainnya seperti Diplocaulus, makhluk berbentuk aneh dengan kepala menyerupai sebuah boomerang, dan Dunkleosteus, ikan purba raksasa dengan mulut yang dipenuhi dengan gigi yang tajam.

Bahkan Trilobite dan Eurypterid, makhluk aneh yang mirip dengan makhluk asing yang hidupnya di laut telah hidup sebelum makhluk-makhluk diatas mulai pindah ke lautan dan daratan.

Lalu, sekitara 248 juta tahun yang lalu, diakhir zaman Permian, sesuatu yang mengerikan telah terjadi: kemusnahan massal telah membunuh begitu banyak makhluk hidup pada saat itu. Diperkirakan bahwa hampir 95 persen makhluk laut dan 78 persen reptil telah musnah. Syukurlah, masih ada makhluk yang dapat hidup. Beberapa dari makhluk ini adalah reptil yang dikemudian hari menjadi dinosaurus.


Dinosaurus muncul pertama kali sekitar 225 juta tahun yang lalu pada Zaman Trias. Binatang ini terus hidup sampai Zaman Jura dan berkembang menjadi raksasa pada Zaman Kapur. Sekitar 65 juta tahun yang lalu, pada

akhir Zaman Kapur, dinosaurus lenyap dari muka bumi.

Bumi mulai terbentuk kira-kira 4,5 milyar

tahun yang lalu. Makhluk hidup muncul

sekitar 3,5 milyar yang lalu.

Sampai 600 juta tahun silam yang ada baru

binatang sederhana seperti bunga karang

dan ubur-ubur.

Invertebrata seperti trilobita hidup dari 570

juta hingga 300 juta tahun yang lalu

pada Masa Paleozoikum.

Binatang bertulang belakang,

disebut vertebrata muncul pada Zaman Devon. Diantaranya ikan pertama.

Pada Zaman Karbon muncullah

tetumbuhan Amfibi seperti katak

adalah binatang pertama yang merayapi daratan.

Pada akhir Zaman Karbon ada amfibi lebih

banyak lagi, dan reptilia pertama

mulai muncul.

Pada awal Zaman Trias ada banyak

reptilia dan dinosaurus, bersama

dengan mamalia pertama.

Zaman Jura adalah masa jaya dinosaurus ;

waktu itu ada banyak alosaurus,

stegosaurus dan apatosaurus.

Dinosaurus terus berevolusi. Pada Zaman

Kapur Tiranosaurus dan Triseratops

muncul untuk pertama kali.

Semua dinosaurus sudah lenyap pada Masa

Kenozoikum, dan sudah ada mamalia besar

seperti misalnya mamut.

pniko@softhome.net

PERAHU MESIR KUNO BERUMUR 4000 TAHUN DITEMUKAN....

Reruntuhan kapal laut berumur 4000 tahun silam yang ditemukan dalam gua-gua buatan manusia menunjukkan bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengarungi laut yang bergelora, berombak ganas untuk sampai ke “Pulau Dewata” yang dikenal dalam hikayat mereka bernama “Punt”.


Enam buah gua berbentuk batu karang, terpotong menjadi sebuah tebing yang curam di Wadi Gawasis, 21 km di sebelah Selatan Kota Port Safaga di Laut Merah, ditemukan oleh sebuah tim ilmuwan internasional, termasuk ahli perkapalan kuno, Cheril Ward dari Universitas Negeri Florida, Amerika Serikat. “Gua-gua tersebut pada masa lalu digunakan oleh orang Mesir kuno sebagai bengkel kerja dan gudang untuk melindungi peralatan dari keadaan padang gurun yang tidak bersahabat”, jelas Profesor Ward.


Masih menurut Profesor Ward, situs arkeologi tersebut bagaikan sebuah markas militer, dan artefak yang ada di sana menunjukkan adanya para administrator terbaik yang pernah dikenal dunia. “Ini merupakan situs yang telah menyimpan demikian banyak rahasia yang dimilikinya selama 40 abad,” ujarnya.


Pada papan-papan kayu, yang merupakan kayu kapal tertua di dunia, ditemukan cacing-cacing kapal yang menunjukkan bahwa pelayaran kapal tersebut berlangsung selama beberapa bulan. Cacing-cacing tersebut ditemukan bersamaan dengan kotak-kotak kargo, jangkar-jangkar batu, lebih dari 80 gulungan tali yang tersimpan dengan sempurna, dan sebuah lempengan batu bertuliskan lima nama ningrat dari Farao Amenemhat III yang berkuasa dari tahun 1844 hingga 1797 SM. Artefak-artefak tersebut tersimpan dengan sangat baik karena gua-gua tersebut ditutup rapat setiap kali perahu itu habis berlayar.


Pusat niaga di Punt, diperkirakan berada di Ethiopia atau di Yaman, berjarak 1600 km dari gua-gua tersebut. Bagaimana orang-orang Mesir kuno berlayar ke tempat ini, seperti yang ada dalam tulisan Mesir kuno pada kotak-kotak kargo yang ditemukan dalam gua-gua tersebut, sampai kini masih merupakan rekaan dan spekulasi. Banyak ahli tidak percaya orang-orang Mesir kuno memiliki teknologi pelayaran yang demikian maju, namun penemuan-penemuan di Wadi Gawasis memberikan bukti kuat yang menunjukkan bahwa orang-orang Mesir kuno telah memiliki kemampuan melakukan pelayaran jarak jauh.


Profesor Ward menginterpretasikan penemuannya lebih lanjut. “Pada sejumlah kayu masih tercantum nomor yang boleh jadi merupakan sebuah petunjuk dalam perakitan. Ward menduga kapal-kapal ini pada awalnya dibuat di galangan kapal di Sungai Nil, kemudian bagian-bagian kapal yang bisa dirakit kembali dibawa menyeberangi padang gurun sejauh 140 km menuju Laut Merah, dimana dilakukan perakitan dan peluncuran kapal.”


Ketika pelayaran telah selesai, kapal-kapal ini di bongkar kembali dan bagian-bagian yang telah dipisahkan satu sama lain siap diangkut pulang ke Sungai Nil untuk digunakan di kemudian hari. Menurut perkiraan Profesor Ward, sebanyak 3700 pria mungkin telah terlibat dalam seluruh ekspedisi ini. Pelayaran ini tertata dan terselenggara dengan sangat baik, namun tampaknya sebuah masa ketidakstabilan politik telah membuat pelayaran ini terhenti, lanjut Profesor Ward, dan meninggalkan gua-gua serta harta karun mereka terkunci selama 40 abad. Rincian studi ini akan dipublikasikan dalam penerbitan Jurnal Internasional Arkeologi Kelautan, dan sebuah studi lebih lanjut pada situs tersebut akan dilakukan tahun depan. (erabaru.or.id)



Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir . Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libia. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.

Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran.

Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil.

Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil” (Egypt is the gift of the Nile)

Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.





Rasa humor dapat menolong para orang tua membantu anak mereka menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya. Jika pada masa anka-anak orang tua dengan ketat menuntut agar mereka bertingkah laku sempurna, maka hal itu dapt menimbulkan perasaan tidak aman dalma diri mereka dan merek ajuga dapat mempunyai gambaran yang buruk tentang diri mereka sendiri. Sebaliknya jika itu disampaikan dengan rasa humor, cara ini bisa membuat anak menemukan rasa percaya diri mereka bertumbuh secar positif.......
  • suatu penelitian mengungkapkan bahwa pengidap diabetes, khususnya tipe 2 yaitu jenis diabetes yang paling umum diderita orang, lebih mampu memproses gula yang baru saja mereka santap--hanya dengan tertawa. Penilitian ini dilakukan oleh periset Jepang yang dipimpin oleh Dr. Keiko Hayshi dari Universitas Tsukuba itu dilaporkan dalam Jurnal Diabetes Care edisi September 2005.

  • Menurutnya, kadar darah pengidap diabetes tipe 2 mengalami sedikit kenaikan ketika mereka makan. Namun kenaikan itu bisa dikendalikan bila mereka menonton pertunjukan lawak ketimbang sinetron yang membosankan.

  • soal bagaimana tertawa bisa mengendalikan kadar gula, menurut Hayshi, karena tertawameningkatkan konsumsi energi tubuh akibat gerakan otot perut. Di samping itu, tertewajuga bisa memengaruhi sistem endokrin yang mengendalikan kadar gula dalam darah.
Kebijaksanaan adlah satu-satunya hasil dari pengetahuan diri...... Banyak berbuat amal, karena amal akan memperindah hidup kita,,, seperti pohon yang dihiasi dengan banyak cabang...........::: Santa Katarina

Doa adalah tindakan yang penuh cinta,,, karena cinta tidak membutuhkan kata-kata. Meskipun rasa sakit menganggu ketenangan pikiran,,, tetapi yang dibutuhkan adalah keinginan untuk mencintai............Santa Teresa