Senin, 10 September 2012


Minggu, 09 September 2012

my photograph @lembang

Katherine Photograph @Lembang, Villa Kita, komplek villa istana bunga.. ^^

Rabu, 27 Juli 2011

Fakta Unik

1. Sebelum Masehi Bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini).
2.Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa Air dari pada unta.
Coklat dapat membunuh anjing,karena langsung mempengaruhi jantung dan susunan syarafnya
3. Tanpa dicampur ludah di dalam mulut, kita tidak akan merasakan rasa makanan
4. Kuku jari tangan tumbuh 4kali lebih cepat daripada kuku kaki
5. 13% orang di dunia adalah kidal
6. Hampir semua lipstik mengandung sisik ikan
7. Bayi yang baru lahir berat kepalanya 1/4 dari berat tubuhnya
8. Kita sebenarnya melihat dengan otak. mata hanya berupa kamera yang mengirim data ke otak. 1/4 bagian dari otak digunakan untuk mengatur kerja mata
9. Kalajengking bisa dibunuh dengan menyiramnya dengan cuka,mereka akan murka dan menyengat dirinya sendiri
10. Tahun 1830an saus tomat biasa dijual sebagai obat.
Nama Asli butterfly (kupu-kupu) adalah flutterby.
11. Bayi lahir setiap 7 detik
12. Satu dari 14 wanita Amerika berambut pirang asli. Prianya hanya satu dari 17
13. The Olym
pic adalah saudara dari kapal Titanic, dan melayani dengan selamat selama 25 tahun.
14.Wanita berkedip dua kali lebih Banyak dari pria.
15.Kebanyakan orang bisa mendengar lebih baik dengan kuping kanan.

Jumat, 21 Mei 2010

DEJAVU!!!!


Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Poltergeist

Polterigeist adalah istilah dalam dunia paranormal untuk suatu benda yang melayang dan tidak diketahui kekuatan apa yang membuat benda itu melayang.biasanya fenomena ini terjadi di negara-negara barat dan sampai saat ini di indonesia pemberitaan tentang fenomena poltergeist sangat jarang. Poltergeist Dalam Arti Dan Bukti

Poltergeist biasanya terjadi di eropa , australia , dan amerika biasanya dikenal sebagai fenomena benda-benda yang melayang di udara.Biasanya dianggap sebagai ulah hantu.Adapun arti poltergeist adalah segala benda-benda yang memiliki kekuatan magis atau roh baik/jahat di dalamnya.Dalam kejadian nyata poltergeist biasa berupa kejadian benda-benda tajam yang melayang di udara dan menyerang orang yang berada di daerah tersebut.


Kamis, 22 April 2010

Zaman Sebelum Dinosaurus

zaman sebelum dinosaurus

Makhluk aneh dan haus akan darah telah memenuhi bumi jauh sebelum zaman dinosaurus. Beberapa makhluk ini adalah nenek moyang dari para dinosaurus. Sementara yang lainnya lebih mirip dengan makhluk yang datang dari dunia lain.

Dinosaurus pertama hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Namun, bahkan sebelum dinosaurus pertama berjalan dimuka bumi, dunia ini telah dipenuhi oleh segala jenis makhluk yang aneh.

Diantara makhluk-makhluk ini adalah beberapa reptil menakutkan yang nampak seperti dinosaurus, seperti kadal kejam bernama Dimetrodon. Makhluk lainnya seperti Diplocaulus, makhluk berbentuk aneh dengan kepala menyerupai sebuah boomerang, dan Dunkleosteus, ikan purba raksasa dengan mulut yang dipenuhi dengan gigi yang tajam.

Bahkan Trilobite dan Eurypterid, makhluk aneh yang mirip dengan makhluk asing yang hidupnya di laut telah hidup sebelum makhluk-makhluk diatas mulai pindah ke lautan dan daratan.

Lalu, sekitara 248 juta tahun yang lalu, diakhir zaman Permian, sesuatu yang mengerikan telah terjadi: kemusnahan massal telah membunuh begitu banyak makhluk hidup pada saat itu. Diperkirakan bahwa hampir 95 persen makhluk laut dan 78 persen reptil telah musnah. Syukurlah, masih ada makhluk yang dapat hidup. Beberapa dari makhluk ini adalah reptil yang dikemudian hari menjadi dinosaurus.